
Pengabdian Kepada Masyarakat oleh STTIN Jakarta Perayaan Natal Bersama Penyandang Disabilitas di Yayasan Rumah Singgah Kasih Ampera Tema: One Heart, One Life (Yohanes 8:12)
1. PENDAHULUAN
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Pada penghujung tahun 2025, Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara (STTIN) Jakarta menutup rangkaian kegiatan akademik dengan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Perayaan Natal bersama anak-anak penyandang disabilitas di Yayasan Rumah Singgah Kasih Ampera.
Yayasan Rumah Singgah Kasih Ampera merupakan lembaga sosial yang menaungi penyandang disabilitas sensori, mental, dan intelektual, dengan jumlah penghuni sekitar 20 orang yang berusia antara 10 hingga 40 tahun. Selain mengasuh penyandang disabilitas, yayasan ini juga memberikan pelayanan sosial kepada lansia dan kaum dhuafa di luar panti. Dalam kesehariannya, para penghuni membutuhkan pendampingan tidak hanya secara fisik, tetapi juga dukungan emosional, sosial, dan spiritual.
Permasalahan yang dihadapi oleh Yayasan Rumah Singgah Kasih Ampera antara lain keterbatasan akses terhadap kegiatan rohani yang bersifat inklusif, minimnya interaksi sosial dengan masyarakat luar, serta kebutuhan akan penguatan nilai kasih, penerimaan, dan pengharapan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadikan penyandang disabilitas sebagai kelompok yang rentan mengalami keterasingan sosial dan psikologis.
Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi sangat relevan dan mendesak untuk dilaksanakan. Melalui perayaan Natal bersama dengan tema One Heart, One Life, dosen dan mahasiswa STTIN Jakarta berupaya menghadirkan ruang kebersamaan, pelayanan kasih, serta penguatan nilai-nilai iman Kristen yang meneguhkan dan membangun, sehingga para penyandang disabilitas dapat merasakan kasih Kristus secara nyata dalam keterbatasan yang mereka alami.
2. SOLUSI PERMASALAHAN
2.1 Solusi yang Ditawarkan
Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pelaksanaan Perayaan Natal Bersama yang bersifat partisipatif, inklusif, dan kontekstual bagi penyandang disabilitas. Kegiatan dirancang dalam bentuk ibadah Natal sederhana, penyampaian Firman Tuhan yang komunikatif, aktivitas permainan edukatif, serta kebersamaan melalui makan bersama.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pelayanan kasih (diakonia), pendekatan spiritual, dan pendekatan sosial-emosional, sehingga kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membangun relasi, memperkuat rasa diterima, serta menumbuhkan sukacita dan harapan dalam diri peserta.
2.2 Target dan Luaran
Target kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah:
1. Terbangunnya kebersamaan dan relasi kasih antara dosen, mahasiswa, dan penyandang disabilitas.
2. Meningkatnya pemahaman nilai rohani tentang kasih Kristus dan hidup dalam terang Tuhan.
3. Terciptanya suasana Natal yang penuh sukacita, aman, dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi:
• Peningkatan kesejahteraan sosial dan spiritual penyandang disabilitas.
• Dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
• Laporan kegiatan PkM yang siap digunakan untuk pelaporan institusi dan publikasi.
4. Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berjalan dengan lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan antusias oleh para penghuni Yayasan Rumah Singgah Kasih Ampera. Ibadah Natal dan penyampaian Firman Tuhan disampaikan dengan bahasa sederhana dan penuh kasih, sehingga dapat dipahami dan diterima oleh peserta.
Permainan menyusun puzzle menjadi sarana interaksi yang efektif dalam membangun kebersamaan dan melatih kerja sama. Kegiatan makan bersama semakin mempererat relasi antara dosen, mahasiswa, dan penyandang disabilitas. Terlihat jelas ekspresi sukacita, rasa diterima, dan kebahagiaan dari para peserta selama kegiatan berlangsung.
Dampak dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga secara spiritual. Para penyandang disabilitas merasakan bahwa mereka dicintai, diperhatikan, dan menjadi bagian yang berharga dalam perayaan Natal. Kegiatan ini menjadi momen reflektif bahwa terang Kristus dapat dihadirkan dan dibagikan kepada sesama, termasuk kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.
5. PENUTUP
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara (STTIN) Jakarta di Yayasan Rumah Singgah Kasih Ampera berupa Perayaan Natal bersama penyandang disabilitas telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif secara sosial dan spiritual. Kegiatan ini menegaskan bahwa hidup dalam Kristus berarti hidup dalam terang, dan terang tersebut dipanggil untuk dibagikan kepada sesama tanpa memandang keterbatasan.
Jakarta, 06 Desember 2025