
Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara Jakarta (STTIN Jakarta) menyelenggarakan seminar dengan tema “Penguatan Kurikulum KKNI Berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Tata Kelola SDM Dosen untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di kampus STTIN Jakarta.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen, tenaga pendidik, dan civitas akademika mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE serta pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dosen yang efektif dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya institusi dalam menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru dan tuntutan pendidikan global.
Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah:
- Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd., Guru Besar Program Studi Magister Administrasi/Manajemen Universitas Kristen Indonesia.
- Desi Sianipar, M.Th., D.Th., Dosen Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen Universitas Kristen Indonesia.
Inti Kegiatan
Kegiatan seminar berlangsung dengan tertib dan interaktif, diawali dengan pemaparan materi oleh masing-masing narasumber.

1. Materi Penguatan Kurikulum KKNI Berbasis OBE

Pemateri Desi Sianipar, M.Th., D.Th. menjelaskan bahwa pendekatan Outcome Based Education (OBE) menekankan pada capaian hasil pembelajaran yang konkret, terukur, dan dapat didemonstrasikan oleh mahasiswa.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa kurikulum berbasis OBE harus berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. CPL dirumuskan secara sistematis dengan memperhatikan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta visi dan misi program studi.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam materi ini antara lain:
- OBE menekankan pada kemampuan nyata mahasiswa, bukan hanya penguasaan teori.
- CPL harus dirumuskan dengan kata kerja operasional yang dapat diukur dan diamati.
- Kurikulum harus selaras antara tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, dan sistem penilaian.
- Pembelajaran diarahkan pada student-centered learning seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Collaborative Learning.
Selain itu, dijelaskan juga pentingnya evaluasi berkelanjutan dan fleksibilitas kurikulum agar mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
2. Materi Tata Kelola SDM Dosen untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

Pemateri Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd. memaparkan pentingnya tata kelola SDM dosen yang profesional dan berbasis kinerja sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Beliau menjelaskan bahwa pengelolaan dosen harus mengacu pada regulasi terbaru, khususnya terkait karier, sertifikasi, dan beban kerja dosen (BKD). Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
- Pentingnya kepastian karier dosen dan peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi.
- Beban kerja dosen minimal 12 SKS dan maksimal 16 SKS, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Dosen wajib memenuhi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
- Kenaikan jabatan akademik ditentukan oleh kinerja penelitian dan publikasi ilmiah.
Selain itu, pemateri juga menekankan pentingnya kode etik dosen, seperti menjaga integritas akademik, menghindari konflik kepentingan, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan inklusif.
Dalam implementasinya, tata kelola SDM dosen perlu didukung oleh digitalisasi data, monitoring kinerja, serta program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Penutup
Seminar ini memberikan wawasan yang komprehensif bagi civitas akademika STTIN Jakarta mengenai pentingnya penguatan kurikulum berbasis OBE dan tata kelola SDM dosen yang efektif. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan konsep OBE dalam proses pembelajaran serta meningkatkan profesionalisme dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.