Retreat Mahasiswa dan Dosen
Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara (STTIN) Jakarta

1. PENDAHULUAN
Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara (STTIN) Jakarta menyelenggarakan Retreat Mahasiswa dan Dosen pada tanggal 25–27 Mei 2026 di Gerasa Farm, Cibadak. Kegiatan ini mengangkat tema “Deeply Rooted, Bearing Real Fruit” atau “Berakar Kuat, Berbuah Nyata”, berdasarkan Kolose 2:6–7.
Tema tersebut menegaskan bahwa kehidupan dan pelayanan seorang calon pelayan Tuhan harus dibangun di atas dasar iman yang kuat kepada Kristus. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki pengetahuan teologi, tetapi juga memiliki kedewasaan rohani, karakter yang berintegritas, ketangguhan mental, kemampuan memimpin, dan hati yang siap melayani.
Retreat ini memiliki arti penting, khususnya bagi mahasiswa yang akan mengikuti praktik pelayanan selama satu tahun dua bulan. Para mahasiswa akan ditempatkan di berbagai gereja, yayasan, lembaga pendidikan, dan lembaga sosial. Dalam pelayanan tersebut, mereka akan berhadapan dengan berbagai kondisi masyarakat, dinamika organisasi, perbedaan karakter, tekanan pelayanan, serta persoalan yang membutuhkan kedewasaan iman dan ketahanan mental.
Oleh karena itu, kegiatan retreat tidak hanya menjadi ruang persekutuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan dan persiapan mahasiswa sebelum diutus ke tempat pelayanan masing-masing.
2. SOLUSI PERMASALAHAN
2.1 Solusi yang Ditawarkan
Untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi pelayanan secara nyata, STTIN Jakarta melaksanakan kegiatan pembinaan melalui ibadah, seminar, talk show, sharing kelompok, permainan bersama, refleksi pelayanan, dan pendampingan dosen wali.
Materi yang disampaikan selama retreat mencakup beberapa aspek penting, yaitu:
- Rooted in Identity, untuk menolong mahasiswa memahami identitasnya di dalam Kristus.
- Spiritual Roots, untuk memperkuat kehidupan rohani dan pemahaman teologis.
- Character Integrity, untuk membangun karakter yang jujur, konsisten, dan bertanggung jawab.
- Mental Resilience, untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tekanan, konflik, penolakan, dan tantangan pelayanan.
- A Servant’s Heart, untuk membentuk kerendahan hati dan kesediaan melayani.
- Courageous Leadership, untuk menumbuhkan keberanian dalam mengambil tanggung jawab.
- Bearing Real Fruit, untuk mendorong mahasiswa menghasilkan dampak nyata melalui kehidupan dan pelayanannya.
Kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, membangun kerja sama, serta mengevaluasi kesiapan pribadi sebelum memasuki masa praktik pelayanan.
2.2 Target dan Luaran
Target utama kegiatan adalah terbentuknya mahasiswa yang memiliki kesiapan rohani, emosional, mental, sosial, dan kepemimpinan sebelum menjalani praktik pelayanan selama satu tahun dua bulan.
| NO | TARGET KEGIATAN | INDIKATOR CAPAIAN | LUARAN |
| 1 | Penguatan kehidupan rohani mahasiswa | Mahasiswa memahami identitas dan panggilannya di dalam Kristus | Materi pembinaan dan refleksi rohani |
| 2 | Peningkatan ketangguhan mental | Mahasiswa memahami cara menghadapi tekanan dan persoalan pelayanan | Materi seminar mental resilience |
| 3 | Pembentukan karakter pelayanan | Mahasiswa menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan rendah hati | Komitmen pribadi mahasiswa |
| 4 | Penguatan kerja sama dan kebersamaan | Terbangunnya relasi yang lebih baik antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan | Dokumentasi kegiatan kelompok |
| 5 | Persiapan praktik pelayanan | Mahasiswa memahami tanggung jawab selama menjalani praktik | Pengutusan mahasiswa praktik |
| 6 | Penguatan kemitraan pelayanan | Terjalinnya komunikasi antara STTIN Jakarta dan lembaga tempat mahasiswa melayani | Kehadiran mitra dan tamu undangan |
2.3 Lokasi dan Metode
Kegiatan retreat dilaksanakan di Gerasa Farm, Cibadak, pada tanggal 25–27 Mei 2026. Mitra dan peserta kegiatan terdiri atas unsur pimpinan STTIN Jakarta, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, yayasan, serta pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan praktik pelayanan.
Kegiatan dilaksanakan secara luring melalui metode ibadah, seminar, talk show, sharing kelompok, pendampingan dosen wali, permainan edukatif, pentas seni, refleksi, dan persekutuan.
3. METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan retreat dibagi ke dalam tiga tahapan utama.
Tahap Pertama: Penguatan Identitas dan Akar Kerohanian
Hari pertama diarahkan pada pembentukan identitas mahasiswa di dalam Kristus. Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan bertema “Rooted in Identity”, dilanjutkan dengan pengarahan dari unsur pimpinan, bidang akademik, dan bidang kemahasiswaan.
Mahasiswa juga mengikuti talk show bertema “Spiritual Roots” yang membahas pertumbuhan rohani dari sudut pandang psikologi dan teologi. Pada malam hari, mahasiswa mengikuti sharing bersama dosen wali sebagai ruang untuk menyampaikan pengalaman, pergumulan, serta harapan dalam studi dan pelayanan.
Tahap Kedua: Pembentukan Karakter dan Ketangguhan Mental
Hari kedua dimulai dengan ibadah pagi bertema “Character Integrity”. Materi ini menekankan pentingnya integritas sebagai dasar kehidupan seorang pelayan Tuhan.
Salah satu kegiatan utama adalah seminar “Mental Resilience” atau ketangguhan mental. Materi ini diberikan untuk menolong mahasiswa memahami cara menghadapi tekanan, kegagalan, konflik, perubahan situasi, dan tuntutan pelayanan.
Kegiatan dilanjutkan dengan permainan indoor dan outdoor, pentas seni, serta ruang ekspresi. Aktivitas tersebut digunakan untuk melatih kerja sama, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan bersama.
Pada malam hari dilaksanakan ibadah kebangunan rohani bertema “A Servant’s Heart”, yang mengingatkan mahasiswa bahwa pelayanan harus dilakukan dengan hati seorang hamba, bukan untuk mencari kedudukan atau pengakuan.
Tahap Ketiga: Penguatan Kepemimpinan dan Komitmen
Hari ketiga diawali dengan ibadah bertema “Courageous Leadership”. Materi ini mendorong mahasiswa menjadi pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab, tetap rendah hati, dan mampu mengambil keputusan sesuai nilai-nilai firman Tuhan.
Seluruh rangkaian retreat kemudian ditutup dengan ibadah dan Perjamuan Kudus bertema “Bearing Real Fruit” atau menghasilkan buah yang nyata. Ibadah penutupan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperbarui komitmen dalam menjalani kehidupan, studi, dan pelayanan.
Tim pelaksana terdiri atas unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, panitia mahasiswa, tim acara, tim konsumsi, tim transportasi, tim keamanan, serta para pelayan ibadah.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Retreat Mahasiswa dan Dosen berlangsung dengan baik dan diikuti secara aktif oleh seluruh peserta. Mahasiswa mengikuti berbagai sesi pembinaan, persekutuan, diskusi, permainan, dan ibadah yang telah disusun secara terarah.
Melalui sesi penguatan identitas, mahasiswa diingatkan bahwa pelayanan bukan hanya sebuah tugas akademik, tetapi merupakan bagian dari panggilan hidup. Pemahaman tersebut penting agar mahasiswa tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi persoalan di tempat pelayanan.
Seminar mental resilience menjadi salah satu materi yang sangat relevan bagi mahasiswa yang akan diutus. Dalam praktik pelayanan, mahasiswa dapat menghadapi perbedaan budaya, konflik antarpribadi, keterbatasan fasilitas, tekanan pekerjaan, rasa lelah, kesepian, maupun ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali kondisi emosinya, mengelola tekanan, mencari dukungan yang tepat, serta tetap menjalankan tanggung jawab secara sehat.
Kegiatan sharing bersama dosen wali juga memberikan ruang yang lebih personal bagi mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan pengalaman dan pergumulan secara terbuka. Dosen berperan memberikan arahan, penguatan, dan pendampingan kepada mahasiswa sebelum memasuki masa pelayanan.
Permainan kelompok, olahraga, pentas seni, dan kegiatan kebersamaan turut memperkuat relasi antarpeserta. Mahasiswa belajar bahwa pelayanan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan komunikasi, kerja sama, penghargaan terhadap orang lain, dan kesediaan untuk saling menolong.
5. PENUTUP
Retreat Mahasiswa dan Dosen STTIN Jakarta pada tanggal 25–27 Mei 2026 menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani praktik pelayanan. Melalui tema “Deeply Rooted, Bearing Real Fruit”, mahasiswa diarahkan untuk memiliki akar iman yang kuat dan menghasilkan buah yang nyata melalui karakter, perkataan, tindakan, dan pelayanan.
Rangkaian kegiatan retreat memberikan pembekalan yang menyeluruh dalam aspek kerohanian, karakter, ketangguhan mental, kepemimpinan, kebersamaan, dan tanggung jawab pelayanan. Pembekalan tersebut kemudian diteguhkan melalui acara Pengutusan Mahasiswa Praktik Pelayanan pada 31 Mei 2026.
STTIN Jakarta berharap agar seluruh mahasiswa yang diutus mampu menjalani masa praktik selama satu tahun dua bulan dengan setia, rendah hati, bertanggung jawab, dan terbuka terhadap proses pembentukan. Pendampingan dari dosen, pimpinan institusi, yayasan, gereja, dan lembaga mitra perlu terus dilakukan agar mahasiswa memperoleh dukungan ketika menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Dengan akar iman yang semakin kuat, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan praktik pelayanan, tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan dampak nyata bagi gereja, lembaga, dan masyarakat di tempat mereka diutus.