

Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Nusantara Jakarta berpartisipasi dalam Youth Camp GAPPIN ke-38 pada 29–30 Juni 2026 di Dusun Rubia, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kegiatan bertema “Shine Your Light” berdasarkan Matius 5:14–16 ini diselenggarakan oleh Sinode GAPPIN sebagai bagian dari pembinaan rohani remaja dan pemuda.
Keterlibatan STTIN Jakarta dalam Youth Camp GAPPIN ke-38 merupakan bagian dari rangkaian Mission Trip STTIN 2026. Tim kampus mengisi beberapa kegiatan utama, yaitu Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), ibadah pagi, kapita selekta, dan kesaksian mahasiswa.
Tim STTIN Jakarta terdiri atas Ketua STTIN Jakarta, Dr. Yakobus Kristiyono, M.Pd.K., M.Th.; tenaga pendidik Donny Wahyudi, S.Th.; dan mahasiswa Lerry Sephia. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Mr. Jun Bae sebagai perwakilan Yayasan Haleluyah.
Dr. Yakobus Kristiyono mengambil bagian sebagai pengisi KKR dan kapita selekta. Melalui rangkaian tersebut, peserta memperoleh pembinaan iman sekaligus pemahaman mengenai panggilan dan kesiapan untuk melayani di lingkungan gereja.
Lerry Sephia menyampaikan kesaksian mengenai pengalamannya menempuh pendidikan teologi di STTIN Jakarta. Kesaksian itu memperkenalkan proses pendidikan teologi kepada peserta serta memberikan gambaran mengenai persiapan yang dapat ditempuh untuk menjawab panggilan pelayanan.
Para peserta mengikuti sesi KKR, ibadah pagi, kapita selekta, dan kesaksian mahasiswa dengan antusias. Kegiatan ini membantu peserta mengenal pendidikan teologi formal dan mendorong sejumlah generasi muda untuk mempertimbangkan STTIN Jakarta sebagai tempat memperlengkapi diri dalam pelayanan.

Di sela-sela kegiatan, STTIN Jakarta dan Sinode GAPPIN juga memperbarui Nota Kesepahaman atau MoU. Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa STTIN Jakarta untuk melaksanakan praktik pelayanan di gereja-gereja yang berada di bawah naungan Sinode GAPPIN .
Partisipasi dalam Youth Camp GAPPIN ke-38 mempertemukan pembinaan rohani, pengenalan pendidikan teologi, dan penguatan hubungan dengan gereja mitra. Keterlibatan dalam kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan regenerasi pelayan gereja.